Jumat, 06 Juli 2012

Hibah Pasar Tradisional

KEMENDAG HIBAHKAN PASAR TRADISIONAL
 Staf Kemendag dg Disperindag sedang memantau aktivitas pedagang sayur di Siwuran Garung tadi sore

Guna menertibkan aset semua pasar tradisional di Indonesia maka  pemerintah pusat melalui Kementrian Perdagangan akan melakukan hibah aset pasar tradisional yang didanai dari Tugas Pembantuan.Wonsobo sendiri memiliki dua pasar tradisional yang didanai pusat yaitu pasar Wadaslintang dan Pasar Penunjang Sayur Mayur Siwuran Garung, secara simbolis tadi sore setelah melakukan verifikasi ke lokasi pasar Staf Kementrian Perdagangan yang diwakili oleh Prima Hastini dan Ning Rahayu telah menandatangani penyerahan secara simbolis denggan Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Pasar Wadaslintang dan Siwuran oleh Drs, Oman Yanto, MM yang disaksikan oleh Drs Sujarwo (Sekretaris Dinas Perindag) dan Edi Mardiyanto, BA (Kabid Pengelolaan Pasar). Serah terima ini akan ditindaklanjuti dengan surat permohonan hibah dan kesanggupan menerima hibah oleh Bupati Wonosobo Drs. H. Kholiq Arif, M.Si pekan depan yang mana menunjukan bahwa status kedua pasar ini bukan lagi milik pemerintah pusat melainkan pemerintah daerah.Dengan hasil verifikasi ini Kementrian Perdagangan merespon positif bagi pasar sayur Siwuran yang merupakan pasar dana tugas pembantun yang pertama selesai diantara pasar-pasar yang dibangun pada tahun 2009 ini di seluruh Indonesia. Dengan memiliki lebih dari 200 pedagang serta nilai transaksi lebih dari Rp 90.000.000 perhari. Dengan melihat aktifitas dari jam 15.00 sampai dengan 17.00 Kementrian Perdagangan merespon positif karena dibangunanya pasar ini benar-benar dimanfaatkan dan layak digunakan oleh masyarakat yang tentunya dapat meningkatkan taraf ekonomi lingkungan sekitar walapun masih disayangkan karena kios yang ada di depan belum dimanfaatkan secara optimal. Eksistensi pasar Sayur Mayur Siwuran ini di bangun pada tahun 2009 dengan aktifitas pedagang atau dipasarkan ke berbagai daerah baik Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta maupun wilayah-wilayah Jawa Tengah. Selain para pedagang merasa senang dengan dibangunnya pasar ini juga mengharapkan kepada kementrian secara langsung untuk menambah bangunan area bongkar muat agar tidak merusak sayuran yang diperdagangkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih sudah mengunjungi blog kami
Silahkan tinggalkan pesan Anda